Sabtu, 09 April 2011

Proses Terjadinya Petir



Proses Terjadinya Petir

Petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif (elektron) menuju ke muatan positif (proton). Para ilmuwan menduga lompatan bunga api listrik yang terjadi melalui beberapa tahapan. Pertama adalah pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. Umumnya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan negatif; di bagian tengah adalah listrik bermuatan positif; sementara di bagian dasar adalah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif. Pada bagian bawah inilah petir biasa berlontaran. Petir dapat terjadi antara :

1. Awan dengan awan
2. Dalam awan itu sendiri
3. Awan ke udara
4. Awan dengan tanah (bumi)

Umumnya muatan negatif terkumpul dibagian bawah dan ini menyebabkan terinduksinya muatan positif di atas permukaan tanah, sehingga membentuk medan listrik antara awan dan tanah. Jika muatan listrik cukup besar dan kuat medan listrik di udara dilampaui, maka terjadi pelepasan muatan berupa petir atau terjadi sambaran petir yang bergerak dengan kecepatan cahaya dengan efek merusak yang sangat dahsyat karena kekuatannya.

Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas, dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur, atau halilintar. Geluduk, guntur, atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohon. Sedemikian besarnya sampai-sampai ketika petir itu melesat, awan akan terang sebagai akibat udara yang terbelah. Sambarannya rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik akan menimbulkan bunyi yang menggelegar. Selain itu, ketika akumulasi muatan listrik dalam awan tersebut telah membesar dan stabil, lompatan listrik (eletric discharge) yang terjadi akan merambah massa bermedan listrik lainnya, dalam hal ini adalah Bumi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar